Agen elpiji di DKI Jakarta menilai pasokan bahan bakar gas itu masih mudah diperoleh. Harga jual memasuki Ramadhan tahun ini juga hanya melonjak paling tinggi Rp 500 per kilogram.
Susi , agen elpiji di Kemang Utara, Jakarta Selatan, mengatakan elpiji 12 kilogram non-subsidi dijual rata Rp 105.000 per tabung. "Beberapa pengecer di sekitaran sini menjual paling tinggi Rp 110.000," ujarnya.
Agen elpiji lain di Duren Tiga, Budi , menilai memasuki Ramadan konsumsi elpiji masih normal. Untuk elpiji 3 kilogram disubsidi pemerintah, harganya masih stabil Rp 17.000 per tabung. Kalaupun ada yang menjual lebih mahal, dia yakin tak akan mencapai Rp 19.000. "Pasokan sementara ini masih gampang didapat kalau di Jakarta," ujarnya.
Adapun Susi mengingatkan PT Pertamina agar mewaspadai kenaikan harga yang terus berulang pada minggu ketiga Ramadan alias sepekan menjelang Idul Fitri. Di Jakarta, momen itu selalu diisi kelangkaan pasokan, sehingga harga jual terpaksa naik drastis.
"Sudah sering kalau mau Lebaran yang nganter gas kan pada mudik, terus barangnya juga susah dicari," ungkapnya.
Juru bicara PT Pertamina Ali Mundakir mengatakan pihaknya sudah menambah pasokan jauh-jauh hari. Apalagi BUMN energi itu menilai konsumsi akan bergeser ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur seiring arus mudik.
"Kita telah melakukan koordinasi dengan Pertamina region untuk meningkatkan pasokan elpiji dan BBM," ujarnya.
Dari hitungan Pertamina elpiji 3 kilogram maupun elpiji 12 kilo yang tidak disubsidi selama ramadan sama-sama akan melonjak konsumsinya hingga 8 persen. Di hari biasa, gas rumah tangga dan industri kecil ini laku 17.000 ton per hari. Dengan demikian, sepanjang 2014 penjualan elpiji akan mencapai 6,1 juta ton, alias meningkat 9 persen dibanding tahun lalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar